http://neokapsulmental.blogspot.com/

Kamis, 13 Maret 2014

CARA BERDAGANG

Strategi & Teknik Bisnis


Strategi penjualan merupakan cara-cara di dalam proses penjualan yang dapat memberikan efek peningkatan pada nilai penjualan. 
Ada orang-orang yang menjalankan usaha bisnisnya dengan strategi penjualan yang salah, sehingga pihak konsumen malah merasa tidak nyaman dengan proses penjualan tersebut. Konsumen akan merasa muak, bahkan merasa risih dengan kehadiran dan cara-cara Anda dalam berjualan sebuah produk atau layanan jasa.
Strategi penjualan yang unik dan kreatif akan menjadikan para konsumen lebih tertarik dibandingkan dengan cara-cara monoton yang sudah biasa dilakukan orang. Sebagai pengelola usaha bisnis, Anda harus mampu membangun strategi penjualan jauh-jauh hari sebelum Anda memulai sebuah usaha bisnis. Dengan adanya strategi penjualan yang baik dan jelas, maka dapat dilihat tingkat penjualan yang meningkat pada saat proses evaluasi.
Bagaimana sebetulnya cara-cara untuk mewujudkan sebuah strategi penjualan yang terbukti menarik minat para konsumen? Berikut ini beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan terkait dengan strategi penjualan yang diminati konsumen:
1. Tunjukkan manfaat dan kualitas produk
Sebelum Anda sibuk merancang strategi penjualan yang mantap, pastikan lebih dahulu bahwa kualitas dari produk  yang Anda tawarkan memang patut untuk dibanggakan. Ini secara langsung merupakan hal yang akan ditanyakan oleh konsumen pada saat akan membeli. Jangan sesekali menipu pelanggan dengan tawaran kualitas produk , tak masalah jujur meskipun mungkin manfaat produk  tidak sama dengan harapan konsumen.

 Pastikan bahwa produk kita memiliki keunggulan tertentu yang tidak didapati pada produk  yang ditawarkan pihak lain. Sehingga konsumen memiliki alasan yang kuat untuk tetap membeli produk yang Anda tawarkan.
2. Pelayanan yang baik pada saat proses penjualan
Di dalam menjalankan strategi penjualan yang baik, satu hal yang harus senantiasa Anda ingat adalah bahwa pembeli adalah raja. Artinya Anda sebagai penjual harus memberikan pelayanan sebaik-baiknya terhadap para konsumen. Jangan sepelekan gaya bertutur kata, sikap, respon, cara menjawab pertanyaan konsumen dan sebagainya. Jangan sekali-kali bersikap kasar pada pelanggan, atau berwajah angkuh kepada para konsumen, karena akan berdampak pada pencitraan bisnis yang Anda kelola.
Di dalam hal ini, sangat penting menumbuhkan sikap sabar terhadap konsumen. Terkadang memang ada banyak hal yang membuat pihak pengelola bisnis menjadi terpancing emosi. Untuk hal ini memang diperlukan upaya pengelolaan emosional yang baik..
3. Promosi dan promosi
Strategi penjualan yang paling ampuh tak lain adalah upaya promosi yang maksimal. Sehebat apapun produk ,jika tidak ada upaya promosi yang maksimal, maka angka penjualan Anda akan biasa saja. Namun sebaliknya, meskipun kualitas produk atau layanan Anda biasa saja, tapi promosi berjalan maksimal, maka hasilnya akan akan lebih berefek.
Promosi sebagai bagian dari strategi penjualan yang cukup ampuh berguna untuk memperkenal sebuah produk kepada masyarakat, tentang bagaimana kualitasnya maupun cara penggunaannya. Produk usaha baru juga penting diperkenalkan melalui kegiatan promosi.
Jadikan identitas diri anda sebgai wajah bisnis anda.
Anda adalah wecando
wecando adalah anda

salam sukses,minijmen wecando

Minggu, 09 Maret 2014

MLM YANG HALAL DAN MLM YANG HARAM

    oleh Juanda Gumilar

Menurut hukum asal fiqih,semua muamalah,yang dibahas dalam bab Al-Muyu ( jual beli ),hukum asalnya BOLEH kecuali ada larangannya.


Multy Level Marketing Yang Halal

1.Sistem Kerja
Sistem kerja MLM adalah salah satu kegiatan bisnis yang tidak ada larangannya
.Maka baru akan jatuh kepada HARAM apabila didalamnya terdapat unsur-unsur kejahatan yang dilarang,seperti:
riba (ada sistem bunga)
gharar (tipuan)
dharar (bahaya)
jahalah (ketidak jelasan)
zhulm(merugikan hak orang lain)

2.Produk/Jasa
Produk/jasa yang didagangkan haruslah halal
( Di dalam Al-qur'an,surah Al-Baqarah ayat 29,surah Al-A'raf ayat 32,surah Al-An'am ayat 145,151 )
Allah SWT berfirman,di dalam surah Al-Baqarah ayat 275,yang isinya menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.
"Tolong menolonglah atas jalan kebaikan dan taqwa,dan jangan tolong menolong atas dosa dan permusuhan".surah Al-Maidah ayat 2.
Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan Al-Baihaqi dan Ibnu Majah,Rasulullah SAW bersabda,"Perdagangan itu atas dasar sama-sama ridlo".

Persoalan bisnis Multy Level yang banyak diperdebatkan,semestinya difilter oleh hukum yang sudah jelas di dalam al-quran dan al-sunnah.MLM itu ibarat sebuah pistol,golok,tumbak atau apa saja,yang tidak bermasalah.Akan menjadi masalah kalo pistol,gook,tumbak dll itu digunakan untuk kejahatan.
Oleh sebab itu,perusahaan yang menggunakan MLM sebagai metode penjualannyalah yang akan membuat MLM itu menjadi halal ataupun haram.
Oleh sebab itu pula,halal-haramnya MLM tidak ditentukan oleh asosiasi bisnis MLM,karena dia bukan sumber hukum.
Pengakuan sepihak oleh MLM yang mengaku syariah,belim tentu juga HALAL,kecuali kalo sudah dikaji prakteknya berdasarkan syariah.

HALAL - HARAMNYA MLM HARUS DI FILTER OLEH SUMBER HUKUM 
YAITU AL-QUR'AN DAN ASSUNNAH


pendapat tokoh:
Telah banyak pendapat tokoh masyarakat, bahkan pihak MUI (Majelis Ulama Indonesia) tentang kehalalan bisnis MLM, bisnis yang dalam praktiknya sangat menekankan silaturahmi antar anggota serta mengandalkan KUALITAS dan MANFAAT produk ini.
  1.  Kekhawatiran tentang kehalalan MLM muncul karena dipicu oleh praktik-praktik MONEY GAME yang sering mengklaim dirinya sebagai bisnis MLM. Padahal keduanya, jelas-jelas beda.
  2.  MLM haram, jika tidak menjual produk (Tabloid Network, Edisi 01/28 Februari-13 Maret200)..
  3.  Prof.Dr.H.M.Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah) mengatakan, Pastinya yang sudah dikaji oleh Dewan Syariah Nasional adalah MLM yang tidak punya produk atau barang. Fee-nya juga tidak jelas. Dan ini jelas-jelas kami katakan haram. Jelas yang dimaksud haram adalah praktik money game yang memang dengan cara-cara tidak etis menyebut bahwa dirinya MLM.
  4.  Tentang MLM, Prof.Dr..Hj.Aisjah Girindra, Direktur LP POM MUI menyatakan : Pendapat banyak orang adalah halal. Hal ini dikarenakan persyaratan jual beli yang sah tetap dilakukan dalam bisnis MLM sebenarnya, yaitu harus ada barang, penjual, pembeli, dan suka sama suka. Selain itu, barang yang diperjualbelikan harus berguna dan berkualitas. Pembagian hasil pun harus jelas perjanjiannya sebelum memasuki jaringan pemasaran. Prinsip siapa yang bekerja keras akan mendapat hasil lebih baik, juga dipenuhi dalam bisnis MLM.
  5.  Setiawan Budi Utomo, pakar ekonomi syariah menyatakan : "Status kehalalan bisnis MLM tidak bisa dipukul rata. Juga tidak dapat ditentukan oleh masuk tidaknya dalam APLI, maupun klaim syariah atau bukan. Semuanya tergantung sejauh mana praktik bisnis MLM di lapangan terbebas dari unsur-unsur yang diharamkan syariat. (Tabloid Islam FIKRI, Edisi 23 tahun III, 25 Februari – 2 Maret 2004). MLM Termasuk Muamalah Menurut Pusat Konsultasi Syariah, MLM dalam literatur Fiqh Islam masuk dalam pembahasan Fiqh Muamalah atau bab Buyu (perdagangan). MLM adalah menjual atau memasarkan langsung suatu produk, baik berupa barang atau jasa kepada konsumen. Sehingga biaya distribusi sangat minim atau sampai ke titik nol. MLM juga menekan biaya promosi karena distribusi dan promosi ditangani langsung oleh distributor dengan sistem berjenjang. Dalam MLM ada unsur jasa, artinya seorang distributor menjualkan barang yang bukan miliknya dan ia mendapatkan upah dari persentase harga barang dan jika dapat menjual sesuai target dia mendapat bonus yang ditetapkan perusahaan. Ada batasan-batasan yang perlu diketahui agar masyarakat bisa menjalankan bisnis MLM dengan semangat dan keyakinan yang tinggi. Pertama, pada dasarnya sistem MLM adalah muamalah atau buyu dan muamalah atau buyu prinsip dasarnya boleh (mubah) selagi tidak ada unsur : riba, penipuan, merugikan atau menzhalimi pihak lain, dan tidak transparan. Kedua, ciri khas sistem MLM terdapat pada jaringannya, sehingga perlu diperhatikan segala sesuatu menyangkut jaringan tersebut. Yaitu, transparansi biaya menjadi anggota dan alokasinya yang bisa dipertanggungjawabkan. Penetapan biaya pendaftaran yang tinggi tanpa kompensasi sesuai adalah celah dimana perusahaan mengambil sesuatu tanpa hak. Harus ada transparansi peningkatan anggota pada setiap jenjang dan kesempatan untuk berhasil bagi setiap orang. Peningkatan level dalam sistem MLM dibolehkan selagi dilakukan transparan, tidak menzhalimi (menindas) pihak yang dibawah, setingkat, maupun di atas. Hak dan kesempatan yang diperoleh harus sesuai dengan prestasi kerja. Seorang distributor biasanya, mendapatkan untung dari penjualan yang dilakukannya maupun dowline-nya. Keuntungan dari penjualan langsung adalah biasa dalam jual beli.. Adapun perolehan persentase keuntungan karena usaha downline-nya adalah sesuatu yang dibolehkan sesuai perjanjian yang disepakati dan tidak terjadi kezhaliman. Ketiga, MLM adalah sarana untuk menjual produk (barang/jasa), bukan sarana untuk mendapatkan uang tanpa ada produk atau produk hanya kamuflase. Sehingga yang terjadi adalah money game atau arisan berantai yang sama dengan judi. Keempat, produk yang ditawarkan jelas kehalalannya, karena anggota bukan hanya konsumen tetapi juga memasarkan pada orang lain. Sehingga ia harus tahu status barang dan bertanggung jawab kepada konsumennya. Dari berbagai aspek, jelas bahwa bisnis MLM memenuhi kaidah sebagai suatu sistem bisnis yang halal.

WECANDO sangat memperhatikan rambu-rambu itu.Sistem dan produk sudah melalui proses panjang dengan kehati-hatian dalam memilihnya.Karena produk dan sistem akan menyentuh banyak orang,maka tidak boleh merugikan dan mencelakakan masyarakat.
WECANDO memilih produk yang baik dan berkualitas.
WECANDO memilih sistem yang adil dan memberi kenyamanan bagi semua member.

(Salam sukses.Minijmen WECANDO)

Sabtu, 08 Maret 2014

TELITI DULU ATAU MATI



MLM ( bisnis multi level marketing) adalah bisnis ajaib yang mampu membuka  peluang sukses bagi semua orang.siapapun dia, tanpa memandang jenis kelamin, latar belakang, usia, pendidikan, pengalaman kerja dan tidak harus punya keahlian.

 Orang-orang kaya didunia merekomendasikan MLM (network marketing) bagi anda yang ingin mewujudkan impian, tapi tidak punya modal besar.
 Pengusaha kaya seperti Robert T Kiyosaki, Donald Trump, Bill gate, Paul Zane Pilzer, Franklin Covey dan masih banyak lagi merekomendasikan multi level marketing. Akan tetapi, mengapa bisnis ini dipandang sebagai bisnis yang tidak mempunyai masa depan oleh sebagaian masyarakat Indonesia?

Dari hasil survey,penyebab salah satunya karena melihat,mendengar,tentang pelaku bisnis ini yang gagal dalam usahanya.

Berbicara kegagalan,tentulah ada penyebabnya.dibawah saya coba untuk menjelaskannya.Dengan harapan,bisa bermanfaat untuk kita berama.

Faktor kegagalan bisnis MLM saya bagi menjadi 2 :

A. Faktor Kegagalan INTERNAL.
B. Faktor Kegagalan EXTERNAL

A. Faktor kegagalan yang datangnya dari dalam diri member itu sendiri.
     1. Tidak mempelajari dulu sistem bisnisnya dengan baik sebelum bergabung.
         Tidak sedikit yang langsung terjun tanpa mempelajari terlebih dahulu sistem bisnis yang          ditawarkan oleh perusahaan .  Bergabung karena tergiur iming-iming yang ditawarkan .

     2. Tidak mempelajari hal-hal tentang produk.Manfaatnya,kualitasnya dan izinnya.

     3. Salah persepsi,menyangka bonus akan datang tanpa harus kerja.

     4. Tidak suka presentasi dan mengikuti training.

     5. Tidak melakukan pengembangan diri.

      6.DLL...


B. Faktor yang datang dari luar diri member

     1. Leader yang jadi  aplennya melakukan kekeliruan bisnis.

     2. Perusahaan tidak memberikan pelatihan bisnis yang memadai

     3. Produk yang dijual mutunya rendah

     4. Keluarga dan tetangga tidak mendukung

      5.Sistem bisnis yang menjebak.

      6. DLL...

      Saya merasa perlu untuk berbagi pengalaman kepada anda yang mau mencoba bisnis yang sebenarnya memang hebat ini.Bagi anda yang berniat menjalankan bisnis MLM,jangan tergesa-gesa bila tidak mau gagal....carilah informasi yang cukup meyakinkan sebelum anda memutuskan pilihan.

Bila tidak ingin gagal!...hubungi saya: 


juanda gumilar
dejucinta@gmail.com
FB: Syair Berbiyang Pendekar
087879631500














Jumat, 07 Maret 2014

Kepemimpinan Efektif


 Kepemimpinan Efektif|  |
 Langkah apa yang harus diambil oleh Leader WECANDO ketika terjadi outbreak? Sudahkah diterapkannya biosecurity secara disiplin di tim work? Atau bagaimana menumbuhkan sikap disiplin kepada membernya? Itu semua membutuhkan keterlibatan sosok seorang pemimpin.
 kepemimpinan. Sebaliknya, seorang pemimpin harus sungguh-sungguh menerapkan kepemimpinan dari hati, yaitu kepemimpinan yang efektif mau melayani.
Pengelolaan sebuah tim memerlukan kepemimpinan yang baik. Sebagai sebuah organisasi yang memiliki tujuan, keberhasilan sebuah tim ditentukan oleh beberapa orang dengan peranannya masing-masing. Faktor manusia menduduki peringkat pertama dalam proses pencapaian keberhasilan suatu organisasi dan pemberdayaan manusia pun ditentukan oleh sifat kepemimpinan Leader.

.


Gaya kepemimpinan

Gaya kepemimpinan TOP LEADER biasanya selalu diwariskan kepada timnya. Artinya sifat kepemimpinan yang dimiliki oleh TOP LEADER akan memberikan pengaruh yang kuat pada pembentukan sifat kepemimpinan timnya, misalnya Leader yang memimpin dengan kedisiplinan kerja, akan mempengaruhi kinerja timnya. Dalam hal ini, budaya kerja di dalam tim ditentukan oleh sikap Leader dalam pengelolaantim kerja karena dia akan menjadi teladan bagi yang lainnya.
Top Leader memberikan kepercayaan kepada leader ring 1-nya untuk dapat mengelola tim dengan aset-aset yang di investasikannya dengan tujuan dapat memberikan keuntungan maksimal. Tugas TOP LEADER adalah memastikan segala usaha pengelolaan tim berjalan dengan baik melalui pengaturan dan pengelolaan aset-aset tim. Dalam hal ini TOP LEADER mengelola alur 4P (people, product, process, productivity) untuk pencapaian hasil yang maksimal.
Sebuah buku yang menarik tentang kepemimpinan ditulis oleh Ken Blanchard (Dr. Kenneth Blanchard), berjudul Leadership by the Book. Buku ini mengisahkan tentang 3 aspek kepemimpinan yaitu: 
karakter 
kepemimpinan
metode kepemimpinan 
perilaku kepemimpinan. 

•  Karakter Kepemimpinan
Menurut Ken Blanchard, ada sejumlah ciri-ciri dan nilai yang muncul dari seorang pemimpin yaitu memiliki tujuan utama melayani kepentingan mereka yang dipimpinnya. Orientasinya bukan untuk kepentingan diri pribadi maupun golongan tetapi justru untuk kepentingan umum yang dipimpinnya.
Pemimpin juga memiliki perhatian kepada mereka yang dipimpinnya. Perhatian itu terwujud dalam bentuk kepedulian dan mau mendengar setiap kebutuhan, kepentingan, impian dan harapan dari mereka yang dipimpinnya. 
Ciri seorang pemimpin salah satunya adalah akuntabilitas.
Pemimpin juga harus mampu mengendalikan ego. Mengendalikan ego berarti dapat mengendalikan diri ketika tekanan maupun tantangan yang dihadapi begitu berat. Seorang pemimpin selalu dalam keadaan tenang, penuh pengendalian diri dan tidak mudah emosi. 

•  Metode Kepemimpinan
Seorang pemimpin  harus memiliki serangkaian metode kepemimpinan agar dapat menjadi pemimpin yang efektif. Banyak sekali pemimpin memiliki kualitas dari aspek yang pertama, yaitu berkarakter seorang pemimpin, tetapi ketika menjadi pemimpin justru tidak efektif sama sekali karena tidak memiliki metode kepemimpinan yang baik.

a 3 hal penting dalam metode kepemimpinan, yaitu :

1) Mempunyai visi yang jelas
Visi (target) ini merupakan sebuah daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan, yang mendorong terjadinya proses ledakan kreatifitas dari orang-orang yang ada dalam organisasi tersebut. Seorang pemimpin adalah inspirator perubahan dan visioner, yaitu memiliki visi yang jelas kemana organisasinya akan menuju. Tanpa visi, kepemimpinan tidak ada artinya sama sekali

visionary role  dan implementation role



Pemimpin mampu memenuhi tugas kepemimpinannya serta kebutuhan pribadi dan karyawan yang dipimpinnya

2) Responsif
Artinya dia selalu tanggap terhadap setiap persoalan, kebutuhan, harapan dan impian terhadap mereka yang dipimpinnya. Selain itu, selalu aktif dalam mencari solusi dari setiap permasalahan ataupun tantangan yang dihadapi organisasinya.

3) Seorang pelatih atau pendamping bagi orang-orang yang dipimpinnya (performance coach)
Artinya dia memiliki kemampuan untuk menginspirasi dan mendorong anak buahnya dalam menyusun perencanaan (termasuk rencana kegiatan, target/sasaran, rencana kebutuhan sumber daya dsb). Misalnya melakukan kegiatan monitoring dan mengevaluasi kinerja dari member-membernya.
Peran administratif dari Seorang Leader juga diperlukan. Misalnya Leader membuat sistem recording (pencatatan). Pencatatan yang terkontrol dapat memberikan informasi yang akurat dan bermanfaat.

•  Perilaku Kepemimpinan
Pemimpin sejati bukan sekedar memperlihatkan karakter dan integritas, serta memiliki kemampuan dalam metode kepemimpinan, tetapi dia harus menunjukkan perilaku maupun kebiasaan seorang pemimpin, yaitu :
 memiliki perilaku yang tidak bertentangan dengan agama seperti taat beribadah
berperilaku jujur dapat dipercaya
 tenggang rasa
 rendah hati
 tidak sombong
 dll 
 Pemimpin sejati senatiasa mau belajar dan tumbuh dalam berbagai aspek, baik pengetahuan, kesehatan, keuangan, relasi dan sebagainya.

Pentingnya EQ (Emosional Quotient) dalam Kepemimpinan Efektif


Apa itu kecerdasan emosi? Apakah dalam dunia kerja emosi perlu dibawa? Dari zaman dulu sampai sekarang faktor emosi memang menjadi bagian dari manusia yang sangat besar yang dapat menentukan kemana langkah seseorang.
 Istilahnya IQ (Intellegence Quotient/kecerdasan intelektual) memang diperlukan, tapi IQ bukan satu-satunya perkara yang bisa menjamin kesuksesan.
Seorang pemimpin yang menggunakan pendekatan kecerdasan emosi (EQ) akan menghasilkan kinerja jauh lebih baik ketimbang pemimpin yang hanya menggunakan pendekatan IQ. Coba bedakan, pemimpin yang menggunakan kecerdasan emosi, pola pikirnya dimulai dari melihat MEMBERNYA sebagai aset dan bagian yang penting untuk masa depan BISNISNYA.. Apabila jaringannya bebas dari masalah, selalu termotivasi, diperhatikan kebutuhan dasarnya maka mereka dengan sendirinya akan maksimal dalam bekerja.
Bonus pada dasarnya hanya merupakan akibat dari member yang memiliki semangat tinggi, tidak ada masalah pribadi yang dibawa kepada tim dan mereka terus belajar untuk melihat peluang besar di depan matanya. Jadi, kalau mau untung, kalau mau sukses, peliharalah orang-orang di dalam terlebih dahulu.
Sejauh mana pemimpin memperhatikan membernya? Member(downline) juga manusia yang memiliki masalah, keluh kesah, dan permasalahan hidup sehari-hari. Ketika pemimpin tidak mau tahu terhadap persoalan membernya, jangan menyesal jika terjadi turn over (keluar masuk member) cukup tinggi di perusahaan tersebut. Pemimpin harus mampu menempatkan diri sesuai dengan situasi yang tepat. Kadang bersikap sebagai seorang manajer, kadang bersikap sebagai seorang bapak kepada anaknya, kadang bersikap sebagai teman atau sahabat, kadang bersikap sebagai konsultan, kadang pula bisa bersikap sebagai juru therapis yang mengobati pasiennya.

Pemimpin harus mampu mengelola emosi membernya. Satu waktu berikan pujian bila member melakukan prestasi. Ken Blanchard dalam Self Leadership membagi sikap seorang pemimpin ke dalam 4 posisi kategori ketika melihat member dan situasi yang berbeda-beda. Kategori tersebut antara lain :
1. Kondisi emergency (darurat)
Pemimpin harus mengarahkan dan memerintah. Misalnya saat terjadi kasus outbreak AI mendadak, tingkat mortalitas sangat tinggi. Dalam keadaan tersebut seorang Leader  yang bersangkutan harus bisa secepatnya mencari solusi dan benar-benar memberikan instruksi secara jelas, tegas bahkan cenderung otoriter kepada timnya. Dan sebaliknya timnyapun  harus mengerti kondisi mengapa sang Leader bersikap demikian.

2. Melatih
Latihan diberikan kepada karyawan yang memiliki kemampuan (skill) sedang dan komitmen yang rendah, sehingga dalam kurun waktu tertentu karyawan tersebut memiliki pengetahuan dan komitmen yang meningkat. Latihan/training yang diikuti bisa training yang bersifat hardskill maupun softskill.
3. Mendukung
Ini diberlakukan kepada member yang memiliki kemampuan tinggi tapi komitmen tidak menentu. Dalam beberapa kasus pemimpin banyak melakukan proses latihan dan mendukung, sehingga tim mendapatkan pengetahuan baru dan langsung dicoba. Contohnya Leader memberikan latihan langsung kepada membernya mengenai cara follow-up. Latihan akan langsung diaplikasikan dan secara tidak langsung hal tersebut sekaligus memberikan motivasi secara moril untuk menumbuhkan semangat dan komitmen yang tinggi kepada para member.

4.  Pendelegesikan kerja
Ini diberikan kepada tim yang memiliki kemampuan dan komitmen yang tinggi pula. Tim jenis ini sudah memiliki kesadaran sendiri sekaligus kemampuan untuk mengemban tanggung jawab secara penuh
Perlu diingat pula bahwa setiap masing-masing dari diri kita adalah pemimpin, hanya lingkupnya saja yang berbeda. Jadi cara menjadi seorang sosok pemimpin yang ideal harus diaplikasikan oleh diri kita masing-masing. Kita harus menyadari bahwa kita juga memegang peranan penting dalam menentukan kesuksesan perusahaan atau organisasi ke depan.
Memang sulit menumbuhkan 3 aspek kepemimpinan pada keseharian seorang pemimpin. Adakalanya seorang pemimpin merasa bahwa apa yang telah dia lakukan sudah memcerminkan sosok seorang pemimpin yang ideal, .
Kepemimpinan yang efektif juga didukung oleh adanya komunikasi. Terciptanya komunikasi yang baik antara semua stakeholder yang bersangkutan akan memberikan keberhasilan dalam memimpin. Keterlibatan dari semua pihak dalam sebuah bisnis,harus di mulai dari diri sendiri. 
Pemimpin-pemimpin besar hampir memiliki watak yang sama, tapi apabila disederhanakan beberapa ciri pemimpin besar adalah :
 memiliki kecerdasan emosi,
 memiliki integritas,
 selalu belajar menambah ilmu pengetahuan
memiliki pola komunikasi interpersonal yang luwes,
 rendah hati
 memiliki visi jauh ke depan
 memiliki prinsip yang kuat dan teguh
 mampu mempengaruhi orang lain
 menerima kritikan dan masukan dari siapa pun dan selalu mendidik anak buahnya agar tumbuh menjadi lebih baik dari hari ke hari. Jadi segera bangun kepemimpinan efektif di peternakan Anda. Salam.

bahan diambil dari Blanchad 2000

Etika Kepemimpinan





Etika Kepemimpinan 


              Pada dasarnya jiwa kepemimpinan dimilki oleh setiap diri manusia (self leadership), setidaknya dirasakan manakala seseorang melewati suatu proses merencanakan dan menetapkan suatu keputusan guna merealisasikan tujuan hidupnya.
Namun dalam mengaktualisasikan kepemimpinan itu sendiri sering sekali manusia dihadapkan pada berbagai problematika hidup silih berganti.
 Tidak sedikit persoalan muncul hanya disebabkan kesalahan dalam bertindak dan keliru mempersepsikan sesuatu, untuk menghindarinya menjadi penting faktor pengendali diri, salah satunya adalah dengan mempedomani nilai-nilai etika dan moralitas dalam kehidupan, jadi kepemimpinan dengan etika dan moralitas merupakan satu kesatuan yang sangat erat.
  Visi-misi, tujuan dan program kerja, struktur organisasi, kode etik organisasi, hubungan antarlini organisasi, individu-individu, kepemimpinan, dan dinamika organisasi,adalah unsur-unsur vital di dalam sebuah organisasi.
 Keberhasilan organisasi mencapai tujuan organisasi sangat tergantung kepada pemimpin dan orang-orang yang berada di sekitar pemimpin.
 Seorang pemimpin yang sukses adalah apabila ia mampu menggerakkan sejumlah orang dalam mencapai tujuan organisasi. Untuk keperluan itu, seorang pemimpin hendaknya dapat menciptakan beberapa hal, yaitu :
1.     
 Atmosfer hubungan kerja yang nyaman,
2.     
 Motivasi maksimum,
3.      
Kedisiplinan,
4.     
 Keteladanan,
5.      
Berkemampuan (professional)
6.     
 Aspiratif (people focus)
7.     
 Berkomimen terhadap etika dan tujuan organisasi (performance)
8.     
 Berpikir sistemik dan selalu positive thinking

Etika kepemimpinan dalam berorganisasi written by choky monday, 04 may 2009 12:21 oleh karena itu, organisasi bisnis membutuhkan kepemimpinan kolegial yang kuat dan utuh dalam mewujudkan tujuan bersama (common goals). Kepemimpinan organisasi 6 (enam) misi pokok, yakni :
1.     
 Menjembatani aspirasi member terkait dengan kelancaran proses oprasional,
2.      Mengembangkan dan men-servant program minat dan bakat member,
3.      Mengembangkan karakter dan kapasitas diri member
4.      Menciptakan suasana yang kondusif
5.      Kreatif, inovatif, dan produktif 
6.      Memelihara sarana dan prasarana perusahaan
7.      Menjalankan peran serta dalam memecahkan persoalan masyarakat.
              Kepemimpinan Leader WECANDO yang efektif adalah kepemimpinan yang mampu mewujudkan enam misi di atas. Kepemimpinan demikian tentu bukanlah kepemimpinan yang hanya sekedar melayani atau how to servant. Akan tetapi kepemimpinan yang diperlukan adalah kepemimpinan transformatif yang visioner terutama dalam menyikapi perubahan-perubahan yang terus terjadi. Kepemimpinan transformatif yang visioner selalu mengedepankan sejumlah ide atau gagasan konstruktif jauh ke depan. Jadi, perlu ada paradigm shift dalam kepemimpinan yang memfokuskan organisasi bagi peningkatan kualitas pelaku-pelaku organisasi dan individu-individu yang dipimpin.
              Pemimpin dalam kepemimpinan transformatif sangat mengetahui dan memahami potensi individu-individu di sekelilingnya dan terampil mengoptimalkan sumber daya organisasi yang tersedia. Bahkan, pemimpin transformatif visioner berpikir jauh ke depan melampaui individu-individu yang dipimpinnya. Oleh karena itu, optimalisasi potensi dan sumber daya organisasi yang dilakukan pemimpin transformatif selalu tepat dan terukur (measurement)keberhasilannya.
              Kepemimpinan organisasi bisnis WECANDO membutuhkan pemimpin transformatif yang tidak saja handal dalam mengoptimalkan potensi yang dipimpinnya dan sumber daya organisasi yang tersedia, melainkan juga memiliki jiwa motivator yang baik saat yang lain dalam keadaan lemah. Pemimpin transformatif selalu mempedomani arah kebijakan (policy direction) yang telah ditetapkan organisasi. Dengan demikian ia mampu membawa individu-individu yang dipimpinnya ke tujuan bersama (common goals) yakni :
1.      
Keberhasilan belajar dan ushanya dengan  baik
2.     
 Kepercayaan diri dalam memasuki pasar 
3.    
  Kemampuan menganalisis pasar
4.     
 Karakter diri dan berkepribadian yang kuat serta bermoralitas tinggi
5.     
 Kebersamaan dalam setiap kegiatan organisasi




Etika Kepemimpinan

Etika adalah perilaku berstandar normatif berupa nilai-nilai moral, norma-norma, dan hal-hal yang baik-baik. Etika difungsikan sebagai penuntun dalam bersikap dan bertindak menjalankan kehidupan menuju ke tingkat keadaan yang lebih baik. Pada dasarnya arti hakiki etika adalah determinasi pedoman untuk menjalankan apa-apa yang benar dan tidak melakukan apa-apa yang tidak benar. Dengan demikian menjalankan suatu kehidupan yang beretika diyakini akan membawa kehidupan pada suatu kondisi yang tidak menimbulkan efek negatif yang merugikan bagi kehidupan di sekitarnya.
Ditinjau dari segi evolusi, dimensi etika dapat menjadi faktor kunci keberhasilan suatu kepemimpinan. Dalam suatu organisasi, kepemimpinan yang dinilai baik apabila fungsi-fungsi kepemimpinan dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip beretika. Kepemimpinan beretika akan membuat suasana hubungan kerja dalam organisasi lebih nyaman dan terhindar dari konflik vertikal maupun konflik horisontal. Sebab, pelaku-pelaku organisasi menyadari keberadaan pedoman dan penuntun berupa prinsip-prinsip etika yang membatasi gerak bersikap dan bertindak.


Adapun prinsip-prinsip etika berorganisasi adalah :
1.      Menjaga perasaan orang lain
2.      Memecahkan masalah dengan rendah hati
3.      Menghindari pemaksaan kehendak tetapi menghargai pendapat orang lain
4.      Mengutamakan proses dialogis dalam memecahkan masalah
5.      Menanggapi suatu masalah dengan cepat
6.      Dan sesuai dengan keahlian (competence)
7.      Menyadari kesalahan dan berusaha untuk memperbaiki (improving value)
8.      Mengedepankan sikap jujur, disiplin, dan dapat dipercaya.
Upaya menerapkan prinsip-prinsip etika dalam kepemimpinan bukanlah suatu hal yang mudah. Untuk kebutuhan itu diperlukan suatu kesamaan persepsi untuk apa organisasi dijalankan. Dalam arti diperlukan suatu komitmen para pelaku organisasi menyamakan langkah tindak untuk mewujudkan tujuan organisasi. Satu hal lain yang juga penting adalah pemberlakuan sanksi yang dapat dijadikan sebagai dasar bagi proses pembelajaran atas kesalahan yang diperbuat pelaku organisasi. Sanksi dapat diberlakukan tanpa harus adanya diskriminasi. Oleh karena itu setiap organisasi hendaknya mempunyai ´kode etik organisasi´ yang berfungsi sebagai alat pengendalian atau pengawasan organisasi. Kode etik organisasi dan perencanaan strategis (renstra) organisasi dapat dijadikan sebagai pedoman oleh majelis pertimbangan organisasi mengawasi jalannya roda organisasi.
Kode etik organisasi disusun berdasarkan pertimbangan beberapa faktor :
1.      Peraturan dan ketentuan yang disepakati
2.      Sinergitas
3.      Persaingan yang sehat
4.      Competition is matter of spirit
5.      Not strength
6.      Tanggung jawab atau integritas
7.      Hubungan kerja
8.      Aspirasi.
Penutup


             Etika kepemimpinan dalam menjalankan kegiatan organisasi merupakan dimensi yang tidak terpisahkan dari kehidupan organisasi keseharian. Tanpa adanya etika kepemimpinan yang efektif dapat mengakibatkan keseimbangan organisasi terganggu. Etika kepemimpinan yang diterapkan oleh pengurus organisasi dalam menjalankan roda organisasi dapat menebarkan nilai tambah (value added) bagi peningkatan karakter diri terutama dalam kekokohan mental dan spiritual.