| Kepemimpinan Efektif | | | |
Langkah apa yang harus diambil oleh Leader WECANDO ketika terjadi outbreak? Sudahkah diterapkannya biosecurity secara disiplin di tim work? Atau bagaimana menumbuhkan sikap disiplin kepada membernya? Itu semua membutuhkan keterlibatan sosok seorang pemimpin.
kepemimpinan. Sebaliknya, seorang pemimpin harus sungguh-sungguh menerapkan kepemimpinan dari hati, yaitu kepemimpinan yang efektif mau melayani.
Pengelolaan sebuah tim memerlukan kepemimpinan yang baik. Sebagai sebuah organisasi yang memiliki tujuan, keberhasilan sebuah tim ditentukan oleh beberapa orang dengan peranannya masing-masing. Faktor manusia menduduki peringkat pertama dalam proses pencapaian keberhasilan suatu organisasi dan pemberdayaan manusia pun ditentukan oleh sifat kepemimpinan Leader.
Gaya kepemimpinan
Gaya kepemimpinan TOP LEADER biasanya selalu diwariskan kepada timnya. Artinya sifat kepemimpinan yang dimiliki oleh TOP LEADER akan memberikan pengaruh yang kuat pada pembentukan sifat kepemimpinan timnya, misalnya Leader yang memimpin dengan kedisiplinan kerja, akan mempengaruhi kinerja timnya. Dalam hal ini, budaya kerja di dalam tim ditentukan oleh sikap Leader dalam pengelolaantim kerja karena dia akan menjadi teladan bagi yang lainnya.
Top Leader memberikan kepercayaan kepada leader ring 1-nya untuk dapat mengelola tim dengan aset-aset yang di investasikannya dengan tujuan dapat memberikan keuntungan maksimal. Tugas TOP LEADER adalah memastikan segala usaha pengelolaan tim berjalan dengan baik melalui pengaturan dan pengelolaan aset-aset tim. Dalam hal ini TOP LEADER mengelola alur 4P (people, product, process, productivity) untuk pencapaian hasil yang maksimal.
Sebuah buku yang menarik tentang kepemimpinan ditulis oleh Ken Blanchard (Dr. Kenneth Blanchard), berjudul Leadership by the Book. Buku ini mengisahkan tentang 3 aspek kepemimpinan yaitu:
karakter
kepemimpinan
metode kepemimpinan
perilaku kepemimpinan.
• Karakter Kepemimpinan
Menurut Ken Blanchard, ada sejumlah ciri-ciri dan nilai yang muncul dari seorang pemimpin yaitu memiliki tujuan utama melayani kepentingan mereka yang dipimpinnya. Orientasinya bukan untuk kepentingan diri pribadi maupun golongan tetapi justru untuk kepentingan umum yang dipimpinnya.
Pemimpin juga memiliki perhatian kepada mereka yang dipimpinnya. Perhatian itu terwujud dalam bentuk kepedulian dan mau mendengar setiap kebutuhan, kepentingan, impian dan harapan dari mereka yang dipimpinnya.
Ciri seorang pemimpin salah satunya adalah akuntabilitas.
Pemimpin juga harus mampu mengendalikan ego. Mengendalikan ego berarti dapat mengendalikan diri ketika tekanan maupun tantangan yang dihadapi begitu berat. Seorang pemimpin selalu dalam keadaan tenang, penuh pengendalian diri dan tidak mudah emosi.
• Metode Kepemimpinan
Seorang pemimpin harus memiliki serangkaian metode kepemimpinan agar dapat menjadi pemimpin yang efektif. Banyak sekali pemimpin memiliki kualitas dari aspek yang pertama, yaitu berkarakter seorang pemimpin, tetapi ketika menjadi pemimpin justru tidak efektif sama sekali karena tidak memiliki metode kepemimpinan yang baik.
a 3 hal penting dalam metode kepemimpinan, yaitu :
1) Mempunyai visi yang jelas
Visi (target) ini merupakan sebuah daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan, yang mendorong terjadinya proses ledakan kreatifitas dari orang-orang yang ada dalam organisasi tersebut. Seorang pemimpin adalah inspirator perubahan dan visioner, yaitu memiliki visi yang jelas kemana organisasinya akan menuju. Tanpa visi, kepemimpinan tidak ada artinya sama sekali
visionary role dan implementation role.
Pemimpin mampu memenuhi tugas kepemimpinannya serta kebutuhan pribadi dan karyawan yang dipimpinnya
2) Responsif
Artinya dia selalu tanggap terhadap setiap persoalan, kebutuhan, harapan dan impian terhadap mereka yang dipimpinnya. Selain itu, selalu aktif dalam mencari solusi dari setiap permasalahan ataupun tantangan yang dihadapi organisasinya.
3) Seorang pelatih atau pendamping bagi orang-orang yang dipimpinnya (performance coach)
Artinya dia memiliki kemampuan untuk menginspirasi dan mendorong anak buahnya dalam menyusun perencanaan (termasuk rencana kegiatan, target/sasaran, rencana kebutuhan sumber daya dsb). Misalnya melakukan kegiatan monitoring dan mengevaluasi kinerja dari member-membernya.
Peran administratif dari Seorang Leader juga diperlukan. Misalnya Leader membuat sistem recording (pencatatan). Pencatatan yang terkontrol dapat memberikan informasi yang akurat dan bermanfaat.
• Perilaku Kepemimpinan
Pemimpin sejati bukan sekedar memperlihatkan karakter dan integritas, serta memiliki kemampuan dalam metode kepemimpinan, tetapi dia harus menunjukkan perilaku maupun kebiasaan seorang pemimpin, yaitu :
memiliki perilaku yang tidak bertentangan dengan agama seperti taat beribadah
berperilaku jujur dapat dipercaya
tenggang rasa
rendah hati
tidak sombong
dll
Pemimpin sejati senatiasa mau belajar dan tumbuh dalam berbagai aspek, baik pengetahuan, kesehatan, keuangan, relasi dan sebagainya.
Pentingnya EQ (Emosional Quotient) dalam Kepemimpinan Efektif
Apa itu kecerdasan emosi? Apakah dalam dunia kerja emosi perlu dibawa? Dari zaman dulu sampai sekarang faktor emosi memang menjadi bagian dari manusia yang sangat besar yang dapat menentukan kemana langkah seseorang.
Istilahnya IQ (Intellegence Quotient/kecerdasan intelektual) memang diperlukan, tapi IQ bukan satu-satunya perkara yang bisa menjamin kesuksesan.
Seorang pemimpin yang menggunakan pendekatan kecerdasan emosi (EQ) akan menghasilkan kinerja jauh lebih baik ketimbang pemimpin yang hanya menggunakan pendekatan IQ. Coba bedakan, pemimpin yang menggunakan kecerdasan emosi, pola pikirnya dimulai dari melihat MEMBERNYA sebagai aset dan bagian yang penting untuk masa depan BISNISNYA.. Apabila jaringannya bebas dari masalah, selalu termotivasi, diperhatikan kebutuhan dasarnya maka mereka dengan sendirinya akan maksimal dalam bekerja.
Bonus pada dasarnya hanya merupakan akibat dari member yang memiliki semangat tinggi, tidak ada masalah pribadi yang dibawa kepada tim dan mereka terus belajar untuk melihat peluang besar di depan matanya. Jadi, kalau mau untung, kalau mau sukses, peliharalah orang-orang di dalam terlebih dahulu.
Sejauh mana pemimpin memperhatikan membernya? Member(downline) juga manusia yang memiliki masalah, keluh kesah, dan permasalahan hidup sehari-hari. Ketika pemimpin tidak mau tahu terhadap persoalan membernya, jangan menyesal jika terjadi turn over (keluar masuk member) cukup tinggi di perusahaan tersebut. Pemimpin harus mampu menempatkan diri sesuai dengan situasi yang tepat. Kadang bersikap sebagai seorang manajer, kadang bersikap sebagai seorang bapak kepada anaknya, kadang bersikap sebagai teman atau sahabat, kadang bersikap sebagai konsultan, kadang pula bisa bersikap sebagai juru therapis yang mengobati pasiennya.
Pemimpin harus mampu mengelola emosi membernya. Satu waktu berikan pujian bila member melakukan prestasi. Ken Blanchard dalam Self Leadership membagi sikap seorang pemimpin ke dalam 4 posisi kategori ketika melihat member dan situasi yang berbeda-beda. Kategori tersebut antara lain :
1. Kondisi emergency (darurat)
Pemimpin harus mengarahkan dan memerintah. Misalnya saat terjadi kasus outbreak AI mendadak, tingkat mortalitas sangat tinggi. Dalam keadaan tersebut seorang Leader yang bersangkutan harus bisa secepatnya mencari solusi dan benar-benar memberikan instruksi secara jelas, tegas bahkan cenderung otoriter kepada timnya. Dan sebaliknya timnyapun harus mengerti kondisi mengapa sang Leader bersikap demikian.
2. Melatih
Latihan diberikan kepada karyawan yang memiliki kemampuan (skill) sedang dan komitmen yang rendah, sehingga dalam kurun waktu tertentu karyawan tersebut memiliki pengetahuan dan komitmen yang meningkat. Latihan/training yang diikuti bisa training yang bersifat hardskill maupun softskill.
3. Mendukung
Ini diberlakukan kepada member yang memiliki kemampuan tinggi tapi komitmen tidak menentu. Dalam beberapa kasus pemimpin banyak melakukan proses latihan dan mendukung, sehingga tim mendapatkan pengetahuan baru dan langsung dicoba. Contohnya Leader memberikan latihan langsung kepada membernya mengenai cara follow-up. Latihan akan langsung diaplikasikan dan secara tidak langsung hal tersebut sekaligus memberikan motivasi secara moril untuk menumbuhkan semangat dan komitmen yang tinggi kepada para member.
4. Pendelegesikan kerja
Ini diberikan kepada tim yang memiliki kemampuan dan komitmen yang tinggi pula. Tim jenis ini sudah memiliki kesadaran sendiri sekaligus kemampuan untuk mengemban tanggung jawab secara penuh
Perlu diingat pula bahwa setiap masing-masing dari diri kita adalah pemimpin, hanya lingkupnya saja yang berbeda. Jadi cara menjadi seorang sosok pemimpin yang ideal harus diaplikasikan oleh diri kita masing-masing. Kita harus menyadari bahwa kita juga memegang peranan penting dalam menentukan kesuksesan perusahaan atau organisasi ke depan.
Memang sulit menumbuhkan 3 aspek kepemimpinan pada keseharian seorang pemimpin. Adakalanya seorang pemimpin merasa bahwa apa yang telah dia lakukan sudah memcerminkan sosok seorang pemimpin yang ideal, .
Kepemimpinan yang efektif juga didukung oleh adanya komunikasi. Terciptanya komunikasi yang baik antara semua stakeholder yang bersangkutan akan memberikan keberhasilan dalam memimpin. Keterlibatan dari semua pihak dalam sebuah bisnis,harus di mulai dari diri sendiri.
Pemimpin-pemimpin besar hampir memiliki watak yang sama, tapi apabila disederhanakan beberapa ciri pemimpin besar adalah :
memiliki kecerdasan emosi, memiliki integritas, selalu belajar menambah ilmu pengetahuan memiliki pola komunikasi interpersonal yang luwes, rendah hati memiliki visi jauh ke depan memiliki prinsip yang kuat dan teguh mampu mempengaruhi orang lain menerima kritikan dan masukan dari siapa pun dan selalu mendidik anak buahnya agar tumbuh menjadi lebih baik dari hari ke hari. Jadi segera bangun kepemimpinan efektif di peternakan Anda. Salam.
bahan diambil dari Blanchad 2000
|
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar